3 Cara Memilih Tempat Pendidikan untuk Anak Usia Dini

Ayah Bunda sekalian, melihat anak tumbuh dan berkembang pastilah menjadi kebahagiaan tak terperi bagi para orangtua. Setiap tahapan perkembangan inginnya didokumentasikan. Jika tak sempat dicatat, ya minimal difoto dan diunggah ke sosial media, untuk menunjukkan pada dunia betapa hebatnya anak-anak kita. Setelah masa bayi, saat-saat yang mendebarkan selanjutnya ketika mengantarkan anak kita menjalani pendidikan anak usia dini.

Nah, sebelum bicara lebih banyak mengenai serunya mendampingi anak menjalani masa pendidikan anak usia dini, ada baiknya kita samakan dulu persepsi mengenai pendidikan anak usia dini itu sendiri. Laman Wikipedia memberikan informasi bahwa pendidikan anak usia dini adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun, yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani, agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal.

Profil Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini

Siswa PAUD asyik bermain (riaubook.com)

Sedangkan menurut laman Ditjen PAUDNI Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pendidikan anak usia dini memiliki fungsi utama mengembangkan semua aspek perkembangan anak, baik perkembangan kognitif, bahasa, fisik (motorik kasar dan halus), sosial maupun emosional. Sedangkan tujuan utama pendidikan anak usia dini adalah membentuk anak Indonesia yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan pada masa dewasa.

BACA JUGA  Panik Karena Bayi Demam? Ketahui Penyebabnya dan Lakukan 7 Langkah Ini

Tercantum dalam Permendiknas No 58 Tahun 2009 bahwa pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan 5 perkembangan, yaitu: perkembangan moral dan agama, perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan/kognitif (daya pikir, daya cipta), sosio emosional (sikap dan emosi) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan kelompok usia yang dilalui oleh anak usia dini.

Mengacu pada pemaparan di atas, pendidikan pada anak usia dini memiliki peranan penting dalam proses pendidikan seseorang. Pendidikan anak usia dinilah yang mengawal proses tumbuh kembang anak pada masa-masa awal kehidupannya. Ibarat mendirikan rumah, maka tak berlebihan jika pendidikan anak usia dini disebut sebagai masa pembangunan pondasi. Sebagian orangtua melakukan pendidikan usia dini di rumah secara homeschooling, namun banyak juga yang mencarikan sekolah untuk anaknya.

Permainan Anak Homeschooling

Kopdar Komunitas Home Schooling Padang (sekolahrumahku.wordpress.com)

Bagi mereka yang memilih sekolah, hal yang kemudian menjadi penting adalah, bagaimana agar orangtua dapat memastikan anak-anak mereka bersekolah di tempat yang benar. Sekolah yang bagus dan mahal, belum tentu sekolah yang benar. Sekolah yang benar adalah sekolah yang mampu memberikan pembelajaran sesuai dengan masa perkembangan anak. Ia tidak akan memaksa anak mempelajari dan memahami hal-hal yang melampaui tahap perkembangan anak pada usianya, karena anak-anak usia dini akan lebih suka menikmati permainan dibandingkan belajar dengan duduk rapi di kelas.

BACA JUGA  Membentuk Anak Cerdas, Tidak Hanya Lewat Sekolah

Ada satu hal yang lebih penting lagi untuk diperhatikan. Dalam kerangka pendidikan anak usia dini adalah sebagai pondasi, maka sekolah yang benar adalah sekolah yang melestarikan nilai dan norma serta pemahaman agama dalam setiap aktivitas pembelajaran juga di lingkungan sekolah. Lalu, bagaimana cara kita untuk menentukan sekolah yang benar untuk buah hati kita?

  1. Kenali profil sekolah yang dituju. Sebelum memutuskan, kenali dulu sekolah yang akan dituju, bagaimana kurikulumnya, sejauh mana penerapan kurikulum di lapangan, bagaimana manajemen sekolah, bagaimana interaksi yang dibangun antara orangtua dan pihak sekolah, perhatikan lingkungan sekolah apakah dekat jalan raya atau malah terlalu jauh dari keramaian? Hal-hal tersebut penting diketahui agar kita yakin bahwa anak kita akan mendapatkan pendidikan yang benar, selain itu cobalah berdiskusi dengan kepala sekolah atau gurunya tentang pendidikan anak usia dini, apakah mereka memahami konsep dan karakteristiknya, apakah mereka memiliki passion dalam dunia pendidikan anak usia dini? Karena sehebat apapun kurikulum dan manajemen sekolah, apabila pelaksananya tidak memiliki passion, tidak akan optimal penerapannya.
  2. Perhatikan jarak sekolah. Jarak antara rumah dengan sekolah menjadi penting, karena sekolah yang terlalu jauh dari rumah bisa menyebabkan anak kita kelelahan dalam menjalani pendidikan.
  3. Bandingkan biaya dengan fasilitas. Apakah sebanding antara biaya pendidikan dengan kualitas sebagaimana nomer 1 atas, juga dengan fasilitas pendidikan yang akan diperoleh anak kita. Jangan langsung tergiur dengan biaya pendidikan yang terlalu murah, karena malah dapat membuat anak kita tidak memperoleh kualitas dan fasilitas sebagaimana mestinya.
Permainan untuk Perkembangan Anak Usia Dini

Fasilitas Permainan Anak PAUD (taman-anak-pelangi.blogspot.com)

Pada akhirnya sekolah manapun yang kita pilih, kita sebagai orangtua harus tetap meyakini bahwa pendidikan sejati anak diperoleh dari kedua orangtuanya, sekolah hanyalah sebagai fasilitator pendidikan saja. Jadi jangan limpahkan seluruh tanggung jawab mendidik anak kepada sekolah, tapi jadikanlah sekolah sebagai mitra kita dalam mendidik anak.

BACA JUGA  Perlukah Vitamin untuk Mengatasi Anak Susah Makan?

Komen di sini ya...