Fun Games Untuk Anak: Bermain Peran dan Stimulus Perkembangan Bahasa

Dunia anak identik dengan dunia bermain. Karenanya, menjadikan bermain sebagai sarana belajar mereka adalah sebuah pilihan bijak. Berbagai bentuk aktivitas bisa dilakukan anak untuk bermain sambil belajar dengan fun. Salah satu games yang direkomendasikan adalah bermain peran atau role playing.

Bermain peran atau kerap dikenal sebagai role playing adalah sebuah permainan yang di dalamnya anak-anak mencoba memainkan peran tertentu sesuai yang ia amati dari lingkungan sekitar. Biasanya anak laki-laki lebih suka memainkan peran super hero jagoannya, sedangkan anak perempuan lebih suka memainkan aneka profesi atau aktivitas yang ia jumpai di keseharian. Main masak-masakan, dokter-dokteran, jual-jualan, mamah-mamahan, guru-guruan dan seterusnya adalah contoh kegiatan bermain peran yang sering dilakukan oleh anak perempuan.

Fun Games Bermain Peran untuk Anak-anak

Bermain Peran Sebagai Dokter dan Pasien (ahrserviciosbiomedicos.com)

Bermain peran dapat menjadi salah satu alternatif games pendidikan untuk anak, karena aktivitas ini memiliki banyak manfaat bagi perkembangan anak, diantaranya :

1. Melatih kreativitas anak

Saat bermain peran, anak-anak akan merancang perlengkapannya sendiri, seperti kostum, seting tempat, peralatan, dan sebagainya. Ini dapat melatih kreativitas anak, mereka bisa saja memunculkan ide yang tak disangka-sangka.

2. Melatih logika berpikir dan nalar anak

Selain merancang perlengkapan, dalam bermain peran anak-anak juga membuat alur cerita sendiri. Disinilah mereka mendapat stimulus untuk melatih logika berpikir dan nalarnya.

BACA JUGA  5 Resep Mengolah Biskuit Bayi Menjadi MPASI yang Menarik

3. Melatih anak untuk bersosialisasi

Bermain peran dapat dilakukan sendiri, namun biasanya akan lebih seru jika dimainkan bersama teman. Saat bermain bersama teman inilah, anak akan belajar bersosialisasi dengan teman dan berlatih memainkan peran mereka sebaik mungkin agar ‘skenario’ cerita dapat berjalan sukses. Mungkin akan terjadi rebutan peran antar mereka, tapi itu adalah hal yang wajar.

4. Melatih perkembangan bahasa anak

Bermain peran biasanya dilakukan saat anak mulai mengeksplorasi lingkungan, namun akan lebih baik apabila permainan ini dilakukan saat anak sudah mulai bisa berbicara. Kenapa demikian? Ini dimaksudkan agar anak bisa mendapat stimulus yang optimal dalam perkembangan bahasanya melalui permainan peran.

Dalam perkembangan bahasa, biasanya anak-anak akan mulai berkata dengan jelas pada usia 12 bulan (1 tahun). Kemudian perkembangan bahasa tersebut akan pesat terjadi pada usia 1 sampai 3 tahun. Nah, berikut ringkasan tahap perkembangan kemampuan berbahasa anak usia 1 sampai 3 tahun:

  • Usia 1 tahun (12 bulan) :

  1. Kata pertama sudah mulai terdengar dari mulut anak, lazimnya yang banyak terdengar kata ‘mama’ atau ‘dada’
  2. Anak sudah dapat menguasai sekurang-kurangnya 10 sampai 20 kata
  3. Mulai mampu mengulang apa yang orang tuanya katakan
  4. Sudah dapat mengerti perintah sederhana, dengan dibantu isyarat tangan, seperti kata ‘makan’ dengan diiringi gerakan tangan orang tua menyuap ke mulut
  • Usia 2 tahun (24 bulan) :

  1. Anak mulai dapat melakukan percakapan
  2. Merangkai kalimat sederhana mulai dilakukan oleh anak, dengan 2 sampai 4 kata
  3. Anak dapat mengenali nama-nama bagian tubuh dan nama diri serta nama orang-orang yang dekat dengannya
  4. Anak sudah dapat menghitung sampai angka 10
  5. Mulai mengulang kata atau kalimat yang didengarnya
  • Usia 3 tahun (36 bulan) :

  1. Sudah memiliki kemampuan komunikasi standar dengan tata bahasa yang benar
  2. Percakapan anak sudah dapat dimengerti
  3. Sudah bisa menggunakan kata ganti seperti saya, kamu
  4. Karena kemampuan berbicaranya semakin baik, anak mulai mengajukan berbagai pertanyaan
Role Playing sebagai Spiderman dan Batman

Bermain Peran Sebagai Superhero

Ternyata banyak juga ya manfaat dari bermain peran, khususnya pada perkembangan bahasa anak. Kita sebagai orang tua memiliki peranan sentral juga dalam permainan ini. Sangat disarankan, orang tua menstimulus, memfasilitasi dan mendampingi anak saat mereka melakukan permainan peran (role playing).

BACA JUGA  Apakah Bermain Gadget Baik Untuk Perkembangan Anak?

Komen di sini ya...