4 Risiko Ini Harus Dihadapi Seorang Wanita Bila Ingin Melahirkan Secara Normal

Melahirkan adalah momen berharga yang akan dilalui setiap ibu hamil agar dapat menjumpai buah hatinya. Namun, kekhawatiran saat akan menjalani persalinan normal kerap timbul dalam benak para ibu. Hal yang kemudian berakibat pada menurunnya jumlah wanita yang melahirkan normal di tanah air.

Padahal, melahirkan secara normal adalah langkah yang paling aman bagi ibu yang akan bersalin. Untuk itu, kamu perlu mengetahui apa saja risiko yang akan dihadapi jika nantinya memutuskan untuk melahirkan secara normal. Yuk, kita simak.

1. Menjalani Operasi Darurat

Saat menjalani kelahiran secara normal, ibu akan melalui kontraksi yang lama-kelamaan akan berlangsung secara rutin. Jarak antara kontraksi akan semakin menurun seiring dengan bergeraknya bayi menuju mulut rahim. Kontraksi yang disebabkan oleh hormon oksitosin ini memiliki efek sakit melilit yang semakin kuat.

Wanita Melahirkan Caesar

Melahirkan Lewat Operasi (rswilujeng.com)

Sayangnya, pada beberapa kondisi tertentu, kontraksi bisa tidak berjalan secara rutin. Akibatnya, pembukaan mulut rahim terhambat. Kondisi ini bisa berlangsung cukup lama. Hal yang kemudian menimbulkan keresahan pada ibu.

Biasanya jika pembukaan lambat, ibu akan diberikan induksi berupa suntikan atau infus berisi hormon oksitosin. Pada beberapa kasus, meski telah diberikan induksi, bayi tidak juga kunjung keluar. Bahkan ada yang telah mengalami pembukaan 9 namun bayi tetap tidak keluar. Biasanya saat kasus ini terjadi, keputusan medis yang diambil adalah dengan melakukan operasi caesar yang bersifat darurat.

BACA JUGA  Bau Mulut Saat Puasa? Lakukan 7 Cara Ini Untuk Mengatasinya

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan tersebut, jelang persalinan, ibu perlu banyak bergerak. Meski rasa sakit kontraksi terasa mengganggu, fokuskan pikiran pada kebahagiaan akan berjumpa dengan si kecil. Gerakan yang dilakukan seperti berjalan, senam ringan yang merilekskan perlu dilakukan. Hal yang perlu dihindarkan adalah banyak berbaring saat pembukaan pada mulut rahim telah dimulai.

2. Kerusakan Otot

Probabilitas untuk wanita yang melahirkan normal mengalami kerusakan otot di sekitar anus memang cukup tinggi. Namun, bukan berarti hal ini pasti dialami oleh wanita yang melalui persalinan normal. Kondisi ini sangat bisa dihindari asalkan kamu tidak mengejan terlalu kuat di momen yang kurang tepat.

Bidan atau dokter akan membantu mengarahkan kapan saat yang tepat untuk mengejan. Jika kamu mengejan di saat yang salah, maka hal tersebut berpotensi mengakibatkan otot panggul menjadi koyak. Tergantung dari tingkat keparahannya, otot panggul atau otot sekitar anus yang koyak dapat menjadi gangguan di kemudian hari bagi ibu.

3. Menurunnya Kemampuan Seksual

Pasca Melahirkan Normal

Kemampuan Seksual Menurun (badcredit.org)

Masih berkaitan dengan efek kerusakan otot di sekitar anus, disfungsi seksual dapat menjadi efek samping dari persalinan normal. Kondisi ini bisa mengganggu keharmonisan keluarga pasca persalinan. Bahkan tidak jarang gangguan ini mengakibatkan wanita harus menjalani perlakuan medis khusus demi mengembalikan kemampuan seksualnya.

Disfungsi otot vaginal yang mengakibatkan penurunan kemampuan seksual bisa dihindarkan. Caranya, dengan membiasakan melakukan olahraga, aktivitas ringan, atau senam selama kehamilan. Karena menurunnya kemampuan kontraksi dari otot vaginal juga dipengaruhi dari rutinnya ibu hamil dalam beraktifitas.

BACA JUGA  Cara Mengatur Keuangan Keluarga dengan Rumus Excel Sederhana

4. Perdarahan Pasca Persalinan

Beberapa kasus persalinan yang berujung pada kematian disebabkan oleh perdarahan pasca persalinan yang tidak tertangani dengan baik. Hal yang menjadi momok bagi wanita yang bersalin normal. Padahal kondisi ini bisa diantisipasi.

Memeriksakan kehamilan secara rutin adalah salah satu langkah untuk mengantisipasi kondisi yang tidak diinginkan pasca persalinan. Mengonsumsi makanan yang sesuai dengan kebutuhan gizi ibu dan janin juga menjadi faktor penentu kesehatan ibu. Jika ditemukan adanya riwayat penyakit yang membahayakan, maka akan lebih bijak untuk bersalin di rumah sakit dengan perlengkapan medis yang mumpuni.

Risiko pasca persalinan memang selalu ada. Baik itu persalinan secara normal ataupun caesar. Tetapi, tentu persalinan secara normal tetaplah yang terbaik. Selama kondisi ibu dan janin dipastikan sehat. Jadi jangan ragu untuk melahirkan normal ya. Dan persiapkanlah segalanya dengan baik agar risiko-risiko di atas dapat dihindari.

Perjuangan Wanita Melahirkan Normal

Melahirkan Bayi Secara Normal (newsok.com)

Komen di sini ya...