3 Tips Rekreasi Agar Anak Tenang di Perjalanan

Dalam sebuah keluarga, rekreasi atau piknik adalah hal yang dapat mencairkan interaksi yang terkadang dingin karena jenuh beraktivitas sehari-hari. Orangtua dan anak-anak bepergian bersama menuju tempat rekreasi yang dekat atau bahkan jauh dan memerlukan perjalanan berjam-jam. Terkadang dalam perjalanan rekreasi itu, balita dan anak-anak mengalami kebosanan sehingga menangis, atau berteriak-teriak, bahkan tak jarang juga meminta kembali pulang.

Perjalanan panjang menuju tempat rekreasi seperti yang sudah diceritakan di atas, menuntut sebuah strategi alternatif agar para balita dan anak-anak dapat menjalaninya dengan suka cita. Berikut beberapa opsi yang bisa dilakukan oleh para orangtua saat menemani balita dan anak-anak pergi berekreasi :

1. Selesaikan diri kita sendiri dahulu.

Orangtua adalah Penentu Senangnya Rekreasi Anak-anak

Orangtua Harus Menikmati Rekreasi Bersama Anak

Ini berarti kita sebagai orangtua harus mampu mengelola emosi dan menyuntikkan energi positif dalam diri. Yakinkan diri bahwa perjalanan akan menyenangkan. Hal ini perlu dilakukan, karena balita dan anak-anak kita peka terhadap energi negatif yang kita pancarkan. Jangan sampai sebelum perjalanan, orangtua malah sudah takut berlebihan. Takut macet, takut anak mabok kendaraan, takut nyasar, serta berbagai ketakutan berlebih lainnya.

Terkadang juga sebelum berangkat, dalam prosesnya terjadi penumpukan emosi dan energi negatif dalam diri orangtua. Anak-anak yang mandinya lama, sarapan yang berantakan, rewel dalam berpakaian dan sebagainya kadang menimbulkan energi negatif pada orangtua. Sebagai respon terhadap energi negatif orangtua, anak-anak juga akan bereaksi negatif selama perjalanan, misalnya rewel, nangis, marah, sulit diatur dan sebagainya.

BACA JUGA  7 Cara Ini Terbukti Efektif Untuk Mengatasi Stress

2. Berikan motivasi pada balita dan anak-anak kita.

Buat Agar Anak Menikmati Perjalanan

Kondisikan Anak Sebelum Perjalanan (news.com.au)

Setiap akan bepergian, untuk rekreasi atau apa pun, selalu kondisikan balita dan anak-anak bahwa bepergian itu menyenangkan, kita bisa bertemu teman-teman baru, bisa melihat pemandangan, bisa jalan-jalan ke pantai, bila itu acara keluarga besar berarti bisa bertemu saudara-saudara sepermainan dan sebagainya. Pengkondisian ini perlu agar terbangun mindset positif dalam benak para balita dan anak-anak bahwa perjalanan yang akan mereka tempuh merupakan perjalanan yang menyenangkan.

3. Lakukan kegiatan menyenangkan selama dalam perjalanan.

Bermain Sepanjang Perjalanan

Buat Kegiatan Menyenangkan dalam Perjalanan (understood.org)

Banyak hal yang bisa dilakukan orangtua bersama anak-anak mereka sepanjang perjalanan, agar tidak merasa Kegiatan yang umum dilakukan sepanjang perjalanan biasanya dengan melihat pemandangan dan menceritakan apa saja yang anak-anak temui sepanjang jalan, tulisan apa saja yang mereka lihat (bila sudah bisa membaca), juga bernyanyi.

Namun masih banyak kegiatan lain yang juga bisa orangtua dan anak lakukan selama perjalanan, mendongeng atau membacakan buku cerita misalnya (kecuali bagi orangtua yang mudah mabok kendaraan). Selain bisa mengikis bosan, ini juga bisa menjadi sarana menyisipkan hikmah dan nilai-nilai pada balita dan anak-anak.

Bila rekreasi dengan menggunakan mobil pribadi, dapat juga membawa alat gambar atau mainan kecil seperti puzzle, lego ukuran kecil dan sebagainya. Jenis permainan tersebut selain ampuh mengikis bosan juga dapat menstimulus kreativitas dan perkembangan motorik balita dan anak-anak. Namun bila anak mudah mabok kendaraan, hindari aktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi ya, lebih baik diceritakan dongeng, atau ajak anak bermain permainan ringan seperti misal menyebut nama hewan berurutan abjad.

Tempat Anak-anak Bermain

Arena Permainan Anak (buahhati.co.id)

Demikianlah beberapa opsi agar anak tenang selama perjalanan menuju tempat rekreasi. Jadikan rekreasi bersama anak tidak hanya sekadar untuk bersenang-senang, tapi juga dapat menjadi momen merawat kebersamaan sekaligus sarana pembelajaran sarat nilai bagi balita dan anak-anak kita. Karena itu hindarilah rekreasi ke mall, karena tidak banyak nilai-nilai yang dapat dipelajari di sana. Mari manfaatkan momen rekreasi keluarga selain untuk refreshing diri, juga untuk menstimulus perkembangan anak. Selamat berekreasi. ♥

BACA JUGA  Anak Bersalah, Anak Dihukum, Haruskah Dengan Kekerasan?

Komen di sini ya...