Apakah Yakult dan Yoghurt Aman Untuk Dikonsumsi Ibu Hamil?

Di masa kehamilan, seorang ibu pastilah menginginkan asupan terbaik untuk janinnya. Ini penting agar si janin dapat tumbuh menjadi bayi yang sehat dan sempurna. Karenanya, saat hamil, setiap ibu pastilah lebih selektif terhadap makanan. Salah satu jenis makanan yang biasanya ragu-ragu untuk dikonsumsi adalah susu fermentasi atau yoghurt. Dan, salah satu merk susu fermentasi yang mahsyur adalah Yakult. Nah, ulasan berikut akan mengupas lebih dalam, apakah Yakult dan yoghurt aman untuk dikonsumsi ibu hamil?

Makanan yang Harus Dijaga Oleh Ibu Hamil

Perhatikan Asupan Terbaik Saat Hamil (motherandbaby.co.uk)

Yakult dan yoghurt pada dasarnya sama, karena keduanya merupakan minuman atau susu yang difermentasikan dengan bakteri Lactobacillus Casei. Fungsi bakteri ini adalah untuk melancarkan pencernaan dan dapat meningkatkan kesehatan tubuh. Ide untuk memfermentasikan susu dengan bakteri tersebut pertama kali ditemukan di Jepang oleh seorang ilmuwan bernama Doktor Minoru Shirota pada 1930.

Pada umumnya dalam satu botol Yakult terdapat 6,5 hingga 8 milyar atau lebih bakteri Lactobacillus Casei Shirota Strain. Selain itu, Yakult juga mengandung gula (biasanya menggunakan sukrosa, glukosa, atau dekrosa), susu bubuk skim, perasa tambahan, dan air. Penting untuk mengetahui kandungan Yakult agar calon konsumen terutama ibu hamil dapat waspada karena ada beberapa orang yang alergi atau pantang terhadap kandungan tertentu pada makanan.

Sedangkan yoghurt adalah makanan yang sangat lembut, bertekstur seperti puding, dan menyegarkan ketika dikonsumsi. Dewasa ini banyak juga yoghurt diproduksi dalam bentuk cair dalam kemasan botol sehingga memudahkan untuk diminum langsung. Sama seperti Yakult, yoghurt juga dibuat berbahan dasar susu yang mengalami proses fermentasi dengan bakteri alami, yaitu Lactobacillus Acidophilus, Lactobacillus Bulgaricus, dan Streptococcus Thermophilus. Sedangkan susu yang biasanya dipakai untuk produksi yoghurt adalah susu sapi atau susu kambing.

Yakult untuk Ibu Hamil Dibuat Minoru Shirota

Penemu Yakult Dr Minoru Shirota (yakult.at)

Umumnya yoghurt dikemas dalam berbagai tingkatan yaitu yoghurt rendah lemak, yoghurt dengan tambahan pemanis, dan yoghurt dengan lemak. Untuk menarik konsumen dan menambah kesegaran, saat ini yoghurt juga dikemas dengan tambahan rasa buah.

BACA JUGA  Mendidik Anak Dalam Islam: Fase 7 Tahun Pertama

Yakult dan Yoghurt Untuk Ibu Hamil

Karena melalui proses fermentasi dan menghasilkan rasa asam yang khas, ibu hamil biasanya meragukan keamanan mengkonsumsi Yakult dan yoghurt. Ada pula yang meragukan terdapatnya kandungan alkohol di dalamnya karena proses fermentasi pada pembuatannya. Semua keraguan itu tidak perlu terjadi, karena pada dasarnya, Yakult dan yoghurt adalah makanan yang sehat untuk ibu hamil dan janin.

Ibu hamil seringkali mengalami sembelit sehingga mengalami kesulitan saat buang air besar, di sinilah kegunaan Yakult. Yakult sendiri merupakan minuman prebiotik yang mengandung bakteri baik, ini sangat dibutuhkan oleh tubuh terutama usus. Karenanya, mengkonsumsi Yakult dapat membantu mengatasi sembelit tersebut. Adanya kandungan bakteri Lactobacillus Casei Shirota Strain pada Yakult juga dapat membantu menekan pertumbuhan bakteri jahat dalam usus ibu hamil. Ini penting untuk mencegah usus mengalami penuaan dini.

Yakult untuk Mengatasi Sembelit Ibu Hamil

Sembelit Saat Hamil (ibudanbalita.com)

Yakult juga dapat membantu proses detoksifikasi dan mengurangi kadar racun dalam usus. Ini penting bagi ibu hamil yang mendambakan janinnya tumbuh dengan sehat. Dengan adanya proses detoksifikasi, maka racun dalam tubuh ibu dapat dibuang melalui feses, sehingga nutrisi yang diasup oleh si janin telah bebas racun. Yakult juga dapat berfungsi untuk meningkatkan jumlah bakteri baik pada usus dan membantu keseimbangan flora usus. Hal ini penting untuk menjaga agar tubuh ibu hamil dan janin tidak terpapar racun.

BACA JUGA  Apakah Bermain Gadget Baik Untuk Perkembangan Anak?

Sama dengan Yakult, yoghurt juga memiliki banyak manfaat untuk ibu hamil. Salah satunya, yoghurt dapat memberikan asupan nutrisi bagi ibu hamil dan janin. Salah satu nutrisi peting yang tersedia dalam yoghurt adalah kalsium. Setiap satu cup yoghurt tanpa lemak tercatat mengandung 256 mg kalsium. Seperti diketahui, kalsium sangat dibutuhkan oleh janin untuk kesempurnaan pertumbuhan syaraf, tulang, dan gigi.

Selain kalsium, yoghurt juga memiliki kandungan protein dan asam folat yang baik bagi perkembangan janin. Yoghurt memiliki kandungan protein cukup tinggi. Selain sebagai sumber tenaga, protein tersebut juga dapat bermanfaat untuk menjaga tubuh ibu hamil tetap sehat dan terhindar dari penyakit. Sedangkan kandungan asam folat pada yoghurt adalah sebesar 18 mcg dalam setiap satu cup yoghurt. Asam folat berfungsi untuk menjaga perkembangan syaraf dan motorik pada janin.

Selain nutrisi di atas, yoghurt juga memiliki kandungan Vitamin D. Dalam satu cup yoghurt terdapat sekitar 5 IU Vitamin D. Kandungan ini penting untuk menyerap kalsium yang penting untuk kesehatan ibu hamil dan pertumbuhan tulang pada bayi.

Yoghurt juga memiliki kandungan Omega-3 yang bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan dan pembentukan jaringan pada janin, terutama jaringan pada bagian otak, sistem syaraf, mata, dan melindungi janin dari penyakit jantung.

Yakult dan Yoghurt Dianjurkan untuk Ibu Hamil

Yakult dan Yoghurt Aman untuk Ibu Hamil (protothema.gr)

Yoghurt juga memiliki kandungan kalium yang sangat baik. Setiap satu cup yoghurt terdapat kandungan kalium sebesar 398 mg. Kandungan ini sama dengan kandungan kalium pada pisang berukuran sedang. Kalium berguna untuk menjaga keseimbangan elektrolit pada ibu hamil dan janin, juga bermanfaat untuk menjaga denyut jantung dan kesehatan jantung.

BACA JUGA  Bayi Pilek dan Demam? Jangan Panik, Segera Lakukan 7 Hal Berikut!

Jadi, kesimpulannya, konsumsi Yakult dan yoghurt aman untuk ibu hamil. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Untuk Yakult, sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah yang dianjurkan dan tidak berlebihan, juga memperhatikan tanggal kadaluarsa produk.

Sedangkan, untuk yoghurt, jika ingin mengkonsumsinya, ibu hamil sebaiknya memilih produk yoghurt yang telah melalui proses pasteurisasi dan pilih yoghurt dari susu rendah lemak. Tak lupa, perhatikan kesegaran dan kerapihan kemasan yoghurt dan perhatikan pula tanggal kadaluarsanya. Tak ada salahnya juga, untuk berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter berapa ukuran Yakult dan yoghurt yang bisa dikonsumsi oleh ibu hamil.

Komen di sini ya...